Karya tulis ilmiah Penjelasan tentang tata surya dan pandangan psikologi terhadap tata surya

 

Penjelasan tentang tata surya dan pandangan psikologi terhadap tata surya



     

                                


                                NAMA                        : RIZKY SANTOSO

                                NPM                           : 11521255

                                KELAS                       : 1PA40

                                MATA KULIAH        : MATEMATIKA DAN ILMU ALAMIAH DASAR

                                   




PRODI PSIKOLOGI
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA 
2021











Kata pengantar

    Assalamu’alaikum Wr.Wb. Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga saya dapat menyelesaikan karya  ilmiah tentang pandangan tentang tata surya berdasarkan pandangan psikologi.

     Karya ilmiah ini telah saya  susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan karya ilmiah ini. Untuk itu saya menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu saya dalam pembuatan karya ilmiah ini.

    Terlepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka saya  menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki karya ilmiah ini.

    Akhir kata saya berharap semoga karya ilmiah tentang pandagan tata surya yang  berdasarkan pandangan psikologi ini dapat memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap  pembaca,Wassalamualaikum wr.wb



Subang,13 oktober 2021


                                                                                                                                penyusun







DAFTAR ISI




KATA PENGANTAR..........................................................................................................
DAFTAR ISI......................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN....................................................................................................
     1.1 Latar belakang masalah........................................................................................
     1.2 Rumusan masalah................................................................................................
     1.3 Tujuan penelitian...................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN......................................................................................................
     2.1 Hipotesis para ahli..................................................................................................
     2.2 Struktur...................................................................................................................
     2.3 Batasan-batasan.....................................................................................................
     2.4 Penjelasan mengapa bumi sebagai pusat antariksa..............................................
     2.5 Dimensi...................................................................................................................
     2.6 Hubungan dengan ilmu psikologi............................................................................
BAB III PENUTUP...............................................................................................................
    3.1 Kesimpulan...............................................................................................................
    3.2 Saran.........................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................................

 






BAB 1
Pendahuluan



1.1.Latar belakang masalah 

    Tata surya ialah tempat manusia hidup terdiri atas matahari yang sebagai pusatnya serta 8 planet, meteorid, komet, serta asteroid yang mengelilinginya.akan tetapi adanya beberapa pandangan yang berbeda tentang tata surya, yaitu ada yang berpendapat bahwa tata surya merupakan kumpulan-kumpulan benda langit yang terikat atas sebuah bintang yang disebut matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasi.terbukti bahwa adanya banyak pandangan terhadap tata surya,meskipun berbeda pandangan akan tetapi memiliki inti penjelasan yang sama.untuk itu peneletian terhadap pandangan-pandangan tentang tata surya perlu di lakukan.

1.2.Rumusan masalah
   Bagaimana bila adanya perbedaan pandangan atau pendapat pada sistem tata surya?

1.3.Tujuan penelitian
    Dapat mengetahui inti penjelasan dari tata surya meskipun adanya perbedaan pandangan.




BAB II
Pembahasan

    Tata surya merupakan tempat manusia hidup terdiri atas matahari yang sebagai pusatnya dan 8 planet, meteorid, komet, serta asteroid yang mengelilinginya,akan tetapi adanya beberapa pandangan yang berbeda tentang tata surya, yaitu ada yang berpendapat bahwa tata surya merupakan kumpulan-kumpulan benda langit yang terikat atas sebuah bintang yang disebut matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. tata surya terbagi menjadi matahari, empat planet bagian dalam, sabuk esteroid, empat planet bagian luar,dan pada bagian terluar ialah sabuk kuiper dan piringan tersebar.awan oort diperkirakan terletak pada daerah terjauh yang jaraknya bisa sekitar seribu kali di luar bagian terluar.

    berdasarkan jaraknya dari matahari kedelapan planet tata surya ialah Merkurius ( 57,9 juta km), Venus (108 juta km), Bumi (150 juta km), Mars (228 juta km), Jupiter (779 juta km), Saturnus (1.430 juta km), Uranus (2.880 juta km), dan Neptunus (4.500 juta km). Keempat planet terdalam, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars adalah planet kebumian yang terdiri atas batuan dan logam. Sementara itu, pada keempat planet terluar adalah planet raksasa yang jauh lebih besar dari planet kebumian. Dua planet terbesar, yakni Jupiter dan Saturnus ialah planet raksasa gas yang sebagian besar terdiri atas hidrogen dan helium. Dan dua planet lainnya, Uranus dan Neptunus, adalah planet raksasa es yang terdiri atas senyawa dengan titik leleh lebih tinggi dari hidrogen dan helium, disebut juga dengan  senyawa vonatil seperti air, amonia, dan metana.

2.1. Adanya  beberapa hipotesis tentang asal usul Tata Surya yang telah dikemukakan para ahli, yaitu beberapa di antaranya ialah :

A. Hipotesis nebula

    Hipotesis nebula pertama kali dikemukakan oleh Emanuel swedenborg (1688–1772) tahun 1734 dan disempurnakan oleh immanuel kant (1724–1804) pada tahun 1775. Hipotesis serupa juga dikembangkan oleh pierre marquice de lapcase secara independen pada tahun 1796. Hipotesis ini, yang lebih dikenal dengan Hipotesis Nebula Kant-Laplace, menyebutkan bahwa pada tahap awal, Tata Surya masih berupa kabut raksasa. Kabut ini terbentuk dari debu, es, dan gas yang disebut nebula, dan unsur gas yang sebagian besar hidrogen.Gaya gravitasi yang dimilikinya menyebabkan kabut itu menyusut dan berputar dengan arah tertentu, suhu kabut memanas, dan akhirnya menjadi bintang raksasa (matahari). Matahari raksasa terus menyusut dan berputar semakin cepat, dan cincin-cincin gas dan es terlontar ke sekeliling Matahari. Akibat gaya gravitasi, gas-gas tersebut memadat seiring dengan penurunan suhunya dan membentuk planet dalam dan planet luar. Laplace berpendapat bahwa orbit berbentuk hampir melingkar dari planet-planet merupakan konsekuensi dari pembentukan mereka.

B. Hipotesis protoplanet
    
    Teori ini dikemukakan oleh Carl Van Weizsaecker, G.P. Kuipper dan Subrahmanyan Chandarasekar. Menurut teori protoplanet, di sekitar matahari terdapat kabut gas yang membentuk gumpalan-gumpalan yang secara evolusi berangsur-angsur menjadi gumpalan padat. Gumpalan kabut gas tersebut dinamakan protoplanet.

C. Hipotesis bintang kembar

    Hipotesis bintang kembar pada awalnya dikemukakan oleh Fred hoyle(1915–2001) pada tahun 1956. Hipotesis mengemukakan bahwa dahulunya Tata Surya kita berupa dua bintang yang hampir sama ukurannya dan berdekatan yang salah satunya meledak meninggalkan serpihan-serpihan kecil. Serpihan itu terperangkap oleh gravitasi bintang yang tidak meledak dan mulai mengelilinginya.

D.Hipotesis kondensasi 

    Hipotesis kondensasi mulanya dikemukakan oleh astronom Belanda yang bernama G.P. kuiper (1905–1973) pada tahun 1949. Hipotesis kondensasi menjelaskan bahwa Tata Surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang berputar membentuk cakram raksasa.

E.Hipotesis pasang surut bintang

    Hipotesis pasang surut bintang pertama kali dikemukakan oleh James jeans pada tahun 1917. Planet dianggap terbentuk karena mendekatnya bintang lain kepada Matahari. Keadaan yang hampir bertabrakan menyebabkan tertariknya sejumlah besar materi dari Matahari dan bintang lain tersebut oleh gaya pasang surut bersama mereka, yang kemudian terkondensasi menjadi planet.

D. Hipotesis planetisimal

    Hipotesis planetisimal pertama kali dikemukakan oleh Thomas C. Chamberlin dan Forest R. Moulton pada tahun 1900. Hipotesis planetisimal mengatakan bahwa Tata Surya kita terbentuk akibat adanya bintang lain yang lewat cukup dekat dengan Matahari, pada masa awal pembentukan Matahari. Kedekatan tersebut menyebabkan terjadinya tonjolan pada permukaan Matahari, dan bersama proses internal Matahari, menarik materi berulang kali dari Matahari. Efek gravitasi bintang mengakibatkan terbentuknya dua lengan spiral yang memanjang dari Matahari. Sementara sebagian besar materi tertarik kembali, sebagian lain akan tetap di orbit, mendingin dan memadat, dan menjadi benda-benda berukuran kecil yang mereka sebut planetisimal dan beberapa yang besar sebagai protoplanet.

2.2. Struktur

     Komponen utama sistem Tata Surya adalah matahari, sebuah  bintang deret utama pada kelas G2 yang mengandung 99,86 persen massa dari sistem dan mendominasi seluruh dengan gaya gravitasinya. Jupiter dan Saturnus, dua komponen terbesar yang mengedari Matahari, mencakup kira-kira 90 persen massa selebihnya.

   Hampir semua objek-objek besar yang mengorbit Matahari terletak pada bidang edaran bumi, yang umumnya dinamai dengan eklip. Semua planet terletak sangat dekat pada ekliptika, sementara komet dan objek-objek sabuk Kuiper biasanya memiliki beda sudut yang sangat besar dibandingkan ekliptika.

    Planet-planet dan objek-objek Tata Surya juga mengorbit mengelilingi Matahari berlawanan dengan arah jarum jam jika dilihat dari atas kutub utara Matahari, terkecuali Komet halley.

  Hukum gerakan planet kepler menjabarkan bahwa orbit dari objek-objek Tata Surya sekeliling Matahari bergerak mengikuti bentuk elips dengan Matahari sebagai salah satu titik fokusnya. Objek yang berjarak lebih dekat dari Matahari (sumbu semi-mayor-nya lebih kecil) memiliki tahun waktu yang lebih pendek. Pada orbit elips, jarak antara objek dengan Matahari bervariasi sepanjang tahun. Jarak terdekat antara objek dengan Matahari dinamai perihelion, sedangkan jarak terjauh dari Matahari dinamai aphelion. Semua objek Tata Surya bergerak tercepat di titik perihelion dan terlambat di titik aphelion. Orbit planet-planet bisa dibilang hampir berbentuk lingkaran, sedangkan komet, asteroid dan objek sabuk Kuiper kebanyakan orbitnya yang berbentuk elips.

   Untuk mempermudah representasi, kebanyakan diagram Tata Surya menunjukan jarak antara orbit yang sama antara satu dengan lainnya. Pada kenyataannya, dengan beberapa perkecualian, semakin jauh letak sebuah planet atau sabuk dari Matahari, semakin besar jarak antara objek itu dengan jalur edaran orbit sebelumnya. Sebagai contoh, venus terletak sekitar sekitar 0,33 satuan astronomi (SA) lebih dari Merkurius, sedangkan pada Saturnus adalah 4,3 SA dari Jupiter, dan neptunus terletak 10,5 SA dari Uranus. Beberapa upaya telah dicoba untuk menentukan korelasi jarak antar orbit ini (hukum titos- bode), tetapi sejauh ini tidak satu teori pun telah diterima.

    Hampir semua planet-planet di Tata Surya juga memiliki sistem sekunder. Kebanyakan adalah benda pengorbit alami yang disebut satelit. Beberapa benda ini memiliki ukuran lebih besar dari planet. Hampir semua satelit alami yang paling besar terletak pada orbit sinkron, dengan satu sisi satelit berpaling ke arah planet induknya secara permanen. Empat planet terbesar juga memliki cincin yang berisi partikel-partikel kecil yang mengorbit secara serempak.


2.3  Batasan-Batasan

    Medan gravitasi Matahari diperkirakan mendominasi pada gaya gravitasi bintang-bintang sekeliling sejauh dua tahun cahaya (125.000 SA). Perkiraan bawah radius Awan Oort, di sisi lain, tidak lebih besar dari 50.000 SA. Sekalipun Sedna telah ditemukan, daerah antara Sabuk Kuiper dan Awan Oort, sebuah daerah yang memiliki radius puluhan ribu SA, bisa dikatakan belum dipetakan. Selain itu, juga ada studi yang sedang berjalan, yang mempelajari daerah antara Merkurius dan matahari. Objek-objek baru mungkin masih akan ditemukan di daerah yang belum dipetakan.


2.5 Penjelasan mengapa bumi sebagai pusat antariksa


    Mengapa bumi menjadi pusat ?,terdapat sebuah teori yang mengemukakan bahwa bumi sebagai sentra yaitu di teori Geosentrisme, pada teori ini menjelaskan bahwa bumi merupakan pusat antariksa. teori ini bahkan telah di percayai sejak tahun 1400 silam. ada beberapa ilmuan yang mendukung pada teori ini seperti plato, socrates, plato dan lain lain. akan tetapi pada teori Geosentrisme memiliki kelemahan yakni teori tidak dapat menyebutkan matahari dan bulan yang berkiprah pada jejak lingkaran mengelilingi bumi, tetapi planet berkiprah tidak teratur pada serangkaian simpul ke arah timur.



2.4 Dimensi

Berikut yaitu perbandingan beberapa ukuran penting planet-planet di Tata Surya.



2.5 Hubungan dengan ilmu psikologi

   Pada materi tata surya memiliki hubungan dengan ilmu psikologi,yang dimana pada saat para ahli banyak yang mengemukakan pendapatnya masing-masing yang secara tidak langsung adanya proses komunikasi.komunikasi merupakan sebuah cabang ilmu psikologi. adanya komunikasi antara para ahli yang hasil akhirnya mendapatkan sebuah teori tata surya. adanya 6 pendapat atau hipotesis ini merupakan adanya komunikasi terhadap sesama para ahli.jadi bisa dikatakan bahwa pada materi tata surya ini memiliki hubungan dengan ilmu psikologi.




BAB III
Penutup


3.1 Kesimpulan

    Tata surya merupakan kumpulan-kumpulan benda langit yang terikat atas sebuah bintang yang disebut matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasi. objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan berbentuk seperti elips, lima planet kerdil,beberapa satelit alami yang telah terindetifikasi, dan jutaan benda langit. tata surya itu terbagi atas matahari,4 planet bagian luar,dan di bagian terluar terdapat sabuk kuiper dan piringan tersebar. dan juga bahwa pada sistem tata surya ini pun memiliki hubungan dengan ilmu psikologi yakni dimana pada para ahli membuat atau mengemukakan sebuah pandangannya masing-masing terdapat adanya komunikasi yang dimana komunikasi ini termasuk kedalam bidang ilmu psikologi.

3.2 Saran

    Meskipun adanya perbedaan pandangan atau pendapat akan tetapi inti penjelasannya sama saja. Sebaiknya semua pihak mempelajari agar dapat mempelajari tata surya agar dapat mengetahui dari mana sebenarnya tata surya itu berasal dan sehingga kita tidak dapat mengada-ngada atau merekayasa. dapat ketahui bahwa tata surya juga sangat penting agar kita dapat mengetahui kebesaran allah swt  sehingga kita dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan.






Daftar pustaka

                             http://redaksibijak.blogspot.com/

                             https://id.wikipedia.org/wiki/Tata_Surya

                             https://dosenpsikologi.com/cabang-cabang-psikologi

                             https://id.wikipedia.org/wiki/Geosentrisme


























   



                      
                                  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TUGAS ILMU ALAMIAH DASAR PENJELASAN TEORI YUNAN DAN MENGAITKAN DENGAN ISU-ISU YANG BEREDAR DI MASYARAKAT

PROSES PEMBUATAN MINISITE ATAU WEBSITE DENGAN GOOGLE SITE